Sejarah

Rabu, 30 Desember 2009

Sebuah nama yang pasti tidak akan tertinggal ketika membicarakan sejarah Purbalingga adalah Kyai Arsantaka, seorang tokoh yang menurut sejarah menurunkan tokoh-tokoh Bupati Purbalingga.

Kyai Arsantaka yang pada masa mudanya bernama Kyai Arsakusuma adalah putra dari Bupati Onje II. Sesudah dewasa diceritakan bahwa kyai Arsakusuma meninggalkan Kadipaten Onje untuk berkelana ke arah timur dan sesampainya di desa Masaran (Sekarang di Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara) diambil anak angkat oleh Kyai Wanakusuma yang masih anak keturunan Kyai Ageng Giring dari Mataram.

Pada tahun 1740 – 1760, Kyai Arsantaka menjadi demang di Kademangan Pagendolan (sekarang termasuk wilayah desa Masaran), suatu wilayah yang masih berada dibawah pemerintahan Karanglewas (sekarang termasuk kecamatan Kutasari, Purbalingga) yang dipimpin oleh Tumenggung Dipayuda I.

Banyak riwayat yang menceritakan tenang heroisme dari Kyai Arsantaka antara lain ketika terjadi perang Jenar, yang merupakan bagian dari perang Mangkubumen, yakni sebuah peperangan antara Pangeran Mangkubumi dengan kakaknya Paku Buwono II dikarenakan Pangeran mangkubumi tidak puas terhadap sikap kakanya yang lemah terhadap kompeni Belanda. Dalam perang jenar ini, Kyai Arsantaka berada didalam pasukan kadipaten Banyumas yang membela Paku Buwono.

Dikarenakan jasa dari Kyai Arsantaka kepada Kadipaten Banyumas pada perang Jenar, maka Adipati banyumas R. Tumenggung Yudanegara mengangkat putra Kyai Arsantaka yang bernama Kyai Arsayuda menjadi menantu. Seiring dengan berjalannya waktu, maka putra Kyai Arsantaka yakni Kyai Arsayuda menjadi Tumenggung Karangwelas dan bergelar Raden Tumenggung Dipayuda III.

Masa masa pemerintahan Kyai Arsayuda dan atas saran dari ayahnya yakni Kyai Arsantaka yang bertindak sebagai penasihat, maka pusat pemerintahan dipiindah dari Karanglewas ke desa Purbalingga yang diikuti dengan pembangunan pendapa Kabupaten dan alun-alun.
Nama Purbalingga ini bisa kita dapati didalam kisah-kisah babad. Adapun Kitab babad yang berkaitan dan menyebut Purbalingga diantaranya adalah Babad Onje, Babad Purbalingga, Babad Banyumas dan Babad Jambukarang. Selain dengan empat buah kitap babat tsb, maka dalam merekonstruksi sejarah Purbalingga, juga melihat arsip-arsip peninggalan Pemerintah Hindia Belanda yang tersimpan dalam koleksi Aarsip Nasional Republik Indonesia.

Berdasarkan sumber-sumber diatas, maka melalui Peraturan daerah (perda) No. 15 Tahun 1996 tanggal 19 Nopember 1996, ditetapkan bahwa hari jadi Kabupaten Purbalingga adalah 18 Desember 1830 atau 3 Rajab 1246 Hijriah atau 3 Rajab 1758 Je.

Desa Wisata KARANG BANJAR

Di Purbalingga, tepatnya di Desa Wisata Karang Banjar merupakan salah satu tujuan wisata yang sering dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun manca negara. Letaknya juga sangat strategis, karena tepat sejalur dengan obyek wisata andalan lainnya seperti Owabong, Taman , Taman Buah dan Museum Uang.

Di desa Wisata Karang Banjar ini, pengunjung dapat melihat secara langsung ke home industri proses pembuatan rambut palsu, bulu mata palsu, sapu lidi, sapu ijuk, sanggul.

Ada juga fasilitas ‘homestay’ di rumah penduduk dengan biaya yang sangat terjangkau. Suasana pesedaan yang sejuk, makanan khas daerah setempat, penduduk yang ramah membuat suasana yang semakin nyaman.

Jika ingin mengunjungi desa wisata ini, kita dapat mengambil paket wisata ataupun berkunjung langsung ke sana.

Paket Wisata yang tersedia antara lain :


Membuat wig

Penyambutan Tamu di Gedung Pertemuan Desa Wisata Karang Banjar, sambil menikmati sajian makanan tradisional seperti mendoan, kacang rebus, jagung rebus kita dapat menyaksikan pertunjukan tradisional khas Purbalingga, yang dimainkan oleh para penduduk desa tersebut. Setelah itu menuju homestay, menuju ke lokasi pembuatan rambut palsu, sanggul, sapu. Lalu hari berikutnya berkunjung ke Taman Reptil, Museum Uang, Taman Buah sambil berolahraga pagi.

Jika anda ingin liburan yang berbeda dengan lainnya, paket wisata ini sangat menarik bagi anda, karena selain menikmati liburan, banyak unsur edukatif yang bisa diperoleh anak-anak dan biayanyapun terjangkau (tidak harus menginap di hotel).

PETA KABUPATEN PURBALINGGA

KABUPATEN PURBALINGGA

Pesona Wisata Purbalingga

Menyusuri beragam obyek wisata di kawasan Kabupaten Purbalingga sangat mengagumkan. Beragam obyek wisata alam digarap serius dan menjadi magnet baru pariwisata di Propinsi Jawa Tengah.

Julukan magnet wisata Jawa Tengah memang pantas di sandang Kabupaten Purbalingga. Letaknya di kaki Gunung Slamet sehingga hawanya sejuk dan pemandangan perbukitan yang Indah. Kabupaten Purbalingga letaknya sekitar 180 km dari Kota Semarang. Jika Anda dari Jakarta, sebelumnya harus melewati Kota Purwokerto. Dari Puwokerto memakan waktu perjalanan sekitar 20 menit dengan jarak tempuh sekitar 18 km. Di kawasan Purbalingga, beragam pilihan lokasi wisata bisa dikunjungi, mulai dari Gua Lawa, Owabong, Reptile & Insect Park hingga Wisata taman Akuarium Raksasa Purbasari Pancuran Mas hingga perkebunan buah naga dan stroberi. Semuanya menyajikan sensasi liburan yang berbeda.

Berenang di Pantai Bebas Tsunami

Meskipun tidak memiliki garis pantai, Purbalingga mempunyai pantai buatan bernama Pantai Bebas Tsunami. Nama sebuah wahana wisata yang terletak di Obyek Wisata Air Bojongsari atau yang lebih dikenal dengan sebutan Owabong.

Obyek wisata Owabong terletak di Jl. Raya Owabong 1, Kecamatan Bojongsari-Purbalingga. Owabong baru diresmikan 18- Maret 2005. Hanya dengan merogoh kocek Rp.10.000-15.000 Anda sudah bisa menikmati beragam wahana yang disediakan. Sebagian besar wahana mengetengahkan sarana air. Mulai dari Olimpyc Pool yang berupa kolam renang profesional, Kolam Arus, menikmati gebyuran air di wahana Ember Tumpah, Pesta Air hingga miniatur Pantai Bebas Tsunami. Miniatur pantai ini sangat luas mencapai 1.200 m2 lengkap dengan pasir putih dan gelombang buatan. Jika Anda cukup nyali, fasilitas Waterboom bisa menjadi ajang pacu adrenalin. Dengan menaiki spiral waterslide dan torpedo waterslide setinggi 13 m, jantung Anda dijamin akan berdenyut kencang. Berenang sepuasnya di Owabong tidak akan membuat mata Anda perih apalagi kulit bersisik. Anda justru akan merasakan sensasi sejuk dan segar ketika Anda menceburkan diri ke air. Ini semua karena sumber air diambil dari mata air alami tanpa kaporit atau penjernih air.

Selain wisata air, Owabong juga menyediakan wahana lain seperti sirkuit gokart, menaklukan sirkuit dengan motor besar di arena ATV atau bermain perang medan terbuka di arena Paintball. Bagi yang datang dari luar kota, di lokasi owabong menyediakan fasilitas cottage dengan fasilitas 10 kamar suite dan empat kamar ukuran family untuk tempat bermalam.

Reptile & Insect Park

Hanya berjarak 2 km dari Owabong Anda bisa mengunjungi Reptile & Insect Park (museum reptile dan serangga). Area yang popular dengan sebutan Taman Reptil ini memiliki luas 6 hektar. Taman reptil dibuat terpadu. Suguhan utamanya adalah aneka reptil, seperti ular, iguana, kadal, buaya dan biawak. Koleksi ular hidup yang dipajang sangat lengkap, lebih dari 65 spesies. Diantaranya ular python, king kobra, belang, pucuk hingga kobra albino yang langka. Taman reptile juga menyuguhkan aneka koleksi jenis serangga. Sekitar 841 spesies serangga tertata rapi. Koleksi aneka jenis kupu-kupu juga sangat lengkap dan menjadi daya tarik lain taman reptile.

Puas melihat koleksi aneka reptile dan serangga, Anda tingga melangkahkan kaki ke belakang bangunan museum reptile. Di sini Anda bisa menikmati aneka jenis buah segar petik sendiri di kebun buah seluas 2 hektar. Memetik buah naga, stroberi, belimbing, mangga, jeruk atau durian bisa menjadi kegiatan yang tak terlupakan. Sembari menikmati lezatnya buah naga, Anda bisa memandangi Gunung Slamet yang terlihat kokoh menjulang di kejauhan.

Akuarium Raksasa Pancuran Mas

Obyek wisata lain di Purbalingga yang wajib dikunjungi adalah Taman Akuarium Raksasa Purbasari Pancuran Mas. Letaknya di Kecamatan Padamara. Tiket masuknya sangat murah, yaitu, sekitar Rp.6.000 namun yang disuguhkan sungguh istimewa. Selain beragam koleksi ikan, pengunjung juga bisa berenang atau melihat aneka jenis burung di Taman Burung.

Beragam ikan air tawar menjadi suguhan utama obyek wisata ini. Jenis ikan seperti ikan sadat, udang hias, arwana, Ikan Buaya dan beragam jenis Koi. Puluhan jenis ikan lainnya tertapa rapi di akuarium ukuran besar hingga kecil. Salah satu koleksi Andalan Pancuran Mas adalah koleksi ikan Arapaima Gigas yang panjangnya mencapai 2 meter. Konon ikan ini berasal dari Sungai Amazon. Setelah puas berkeliling melihat ikan, lanjutkan dengan mengagumi beragam jenis burung di Taman Burung. Lokasi taman burung masih satu area dengan obyek wisata Pancuran Mas. Aneka jenis burung dan unggas terpajang rapi di kandangnya. Mulai dari burung elang yang mulai langka, merak, nuri, rangkok, jalak hingga merpati dan puluhan jenis burung lainnya.